Deskripsi Buku
Buku kategori farmasi berjudul Bahan Tambahan Sediaan Farmasi merupakan karya Ahmad Ainurofiq, Dinar Sari Cahyaningrum Wahyuni, Estu Retnaningtyas Nugraheni, Rita Rakhmawati, Saptono Hadi dan Syaiful Choiri. Bahan tambahan memiliki peranan yang penting dalam membangun dan memberikan jaminan mutu suatu sediaan farmasi. Parameter mutu dari keamanan, khasiat, identitas, stabilitas (quality), kemurnian, dan potensi ditentukan oleh bahan tambahan. Hampir seluruh sediaan farmasi yang beredar di pasaran dibuat dengan bahan tambahan. Sediaan farmasi selain sediaan dengan sistem penghantaran obat konvensional dapat juga dimodifikasi baik pelepasan ataupun tempat lepasnya melalui bahan tambahan, sehingga bahan tambahan merupakan kunci kinerja dari sediaan farmasi yang termodifikasi. Perhatian dan kajian terkait bahan tambahan akan selalu mengalami peningkatan yang berkelanjutan untuk menjamin dan meningkatkan mutu suatu sediaan farmasi. Bahan tambahan yang dianggap dan diprasyaratkan inert secara farmakologi memiliki interaksi khusus secara farmasetis. Interaksi antarbahan tambahan atau bahan tambahan dengan bahan aktif dapat berupa interaksi yang menguntungkan atau merugikan. Interaksi antagonis atau disebut dengan inkompatibilitas dapat menyebabkan menurunnya mutu dari sediaan farmasi. Kajian terkait inkompatibilitas baik secara fisik ataupun kimia menarik dikaji utamanya menerapkan beberapa instrumentasi untuk mendeteksi adanya interaksi tersebut baik menggunakan analisis termal ataupun nontermal sebelum tahap formulasi.