Deskripsi Buku
Buku kategori Pertanian yang berjudul Daerah aliran sungai alo erosi, sedimentasi dan longsoran merupakan buku karya dari Fitryane Lihawa. Buku ini memaparkan tentang Daerah Aliran Sungai (DAS) Alo memiliki peranan penting dalam system daerah tangakapan air Danau Limboto. DAS Alo merupakan DAS dengan penyumbang sedimen terbesar ke Danau Limboto dengan nisbah pelepasan sedimen 0,59. Hal ini berarti 59% sedimen yang dihasilkan di DAS Alo akan bermuara dan masuk ke Danau Limboto. Tipe longsoran yang terjadi di DAS Alo adalah rotational slide, rock blok slide dan slide flow. Sebaran kejadian longsoran terjadi pada lahan dengan lereng curam hingga sangat curam, tanah dengan tekstur lempung berlanau dan pada pengguaan lahan semak belukar. DAS Alo di Provinsi Gorontalo merupakan DAS yang memiliki tingkat kerawanan terhadap bencana longsor yang tinggi seluas 11.342,28 ha, kerawanan sedang seluas 10.005,44 ha, dan kerawanan rendah seluas 2.874,69 ha. Tingkat kerawanan bencana longsor yang tinggi tersebar di Desa Labanu, Desa Isimu Utara, Desa Botumoputi, Desa Buhu Kecamatan Tibawa dan Desa Ayumolingo, Desa Molamahu Kecamatan Pulubala. Zona kerentanan longsoran di DAS Alo Provinsi Gorontalo berada pada zona kerentanan sedang dengan total luas area 23.454,85 Ha dan zona kerentanan rendah dengan luas area 764,20 Ha. Zona kerentanan sedang tersebar hampir di seluruh wilayah desa di DAS Alo, sedangkan zona kerentanan rendah tersebar pada Desa Bongomeme, Desa Datahu dan Desa Ulobua. Wilayah prioritas mengelolaan tinggi untuk mencegah terjadinya longsor meliputi Desa Labanu, Desa Isimu Utara, Desa Botumoputi, Desa Buhu Kecamatan Tibawa dan Desa Ayumolingo Desa Molamahu Kecamatan Pulubala.