Deskripsi Buku
Buku kategori Biologi yang berjudul Biodegradasi Pestisida Organoklorin Oleh Jamur yang merupakan karya dari Adi Setyo Purnomo, Taufiq Rinda Alkas dan Taslim Ersam. Buku ini pada sebelum tahun 1807, telah ditemukan jenis fungisida yang digunakan untuk menangani penyakit Bunt pada tanaman gandum dengan larutan tembaga sulfat. Tahun 1867, jenis insektisida lain dikembangkan untuk mengontrol hama kumbang kentang dan serangga pada anggur menggunakan campuran tembaga dan arsenik yang dikenal sebagai “Paris green”. Pestisida itu kemudian digantikan oleh jenis lain yang lebih murah yaitu timbal arsenat. Selanjutnya, herbisida selektif baru ditemukan tahun 1896 berupa besi sulfat yang dapat membunuh gulma daun lebar. Tahun 1913, senyawa merkuri organik mulai digunakan secara rutin untuk melindungi biji dan penyakit lain, penggunaannya berakhir pada tahun 1960-an ketika semua pestisida yang mengandung merkuri dihilangkan dari pasaran karena sifat toksisitasnya bagi manusia (Taylor, et al., 2007). Perkembangan berikutnya, penemuan dan sintesis pestisida semakin beragam menimbulkan kemajuan di bidang industri kimia. Produksi pestisida dalam jumlah besar di tahun 1940-an dipicu oleh terjadinya perang dunia saat itu. Konon kabarnya tentara yang mati disebabkan oleh infeksi/terkena penyakit-penyakit akibat nyamuk atau vektor lainnya lebih banyak daripada yang mati di medan tempur. Salah satu pestisida fenomenal yang diaplikasikan secara masif dalam perang dunia ke-2 yaitu DDT (diklorodifeniltrikloroetana). Othmar Zeidler, ahli kimia Austria yang menemukan DDT pada tahun 1873, namun dia belum mengetahui sifat insektisidanya. Sifat tersebut baru diketahui oleh kimiawan Swiss Paul Herman Müller pada tahun 1939. Müller kemudian dianugerahi hadiah Nobel untuk bidang fisiologi dan kedokteran pada tahun 1948 karena telah menemukan penggunaan DDT sebagai racun kontak terhadap beberapa artopoda (serangga).